3500 Guru Pengajar Dibutuhkan Bandung Barat


Kabupaten Bandung Barat saat ini masih kekurangan sekitar 3.500 guru berstatus Pegawai Negeri Sipil atau Aparatur Sipil Negara. Selain akibat moratorium, kekurangan ribuan guru ASN itu akibat pensiun masal setiap tahun.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Imam Santoso didampingi Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan Hasanudin mengungkapkan, saat ini jumlah guru PNS di SD dan SMP sekitar 6.000 orang. Mereka tersebar di 703 SD dan 165 SMP.

“Rata-rata kekurangan guru ASN di tiap sekolah bisa 10 orang. Selama beberapa tahun, itu tidak terisi karena moratorium dan pensiun guru,” ujarnya di Ngamprah, Selasa 15 Agustus 2017.

Imam mengungkapkan, kekurangan guru ASN di setiap sekoah saat ini ditangani oleh guru honorer. Jumlah guru honorer sekitar 30% dari total guru di Kabupaten Bandung Barat yang mencapai lebih dari 10.000 orang.

Menurut Imam, sejauh ini para honorer masih bisa menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Apalagi, Pemkab terus melakukan pembinaan kepada mereka meskipun belum menjangkau semuanya.

“Harapan kami sebenarnya para honorer ini segera bisa menjadi ASN, sebab ada yang sudah bekerja sampai 10 tahun bahkan lebih. Namun, ini terkendala kebijakan dari pusat,” ujarnya.

Solusi kekurangan guru PNS
Untuk mengatasi kekurangan guru ASN tersebut, lanjut dia, pemerintah pusat juga telah mengirimkan 39 guru ke daerah pelosok di Bandung Barat, seperti Rongga, Gununghalu, Cipongkor, Cililin, dan Cipeundeuy.

“Mereka sudah mulai bertugas dan akan berdinas minimal selama lima tahun di Bandung Barat. Gaji dan tunjangan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat,” katanya.

Imam menuturkan, sejumlah guru yang dikirimkan pusat itu tengah menjalankan program Guru Garis Depan yang merupakan kelanjutan dari program Sarjana Membangun Daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (SM3T) dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mereka mengajar di SD ataupun SMP satu atap.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia KBB Asep Hikayat sebelumnya mengungkapkan, total ASN dari pusat yang dikirimkan ke Bandung Barat mencapai 117 orang. Mereka terdiri dari guru garis depan sebanyak 39 orang, bidan 59 orang, dan tenaga penyuluh pertanian sebanyak 19 orang.

Menurut dia, Kemendikbud menampatkan Guru Garis Depan langsung ke sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil. Sesuai tujuannya, mereka bertugas membantu daerah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal) dalam mengatasi permasalahan pendidikan terutama kekurangan tenaga pendidik. Mereka yang ditempatkan di Bandung Barat berasal dari Sulawesi Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, sedangkan dari Jawa Barat berasal dari Cirebon dan Ciamis.

“Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) pengangakatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), mereka bertugas di KBB terhitung 1 Agustus 2017,” ujarnya.***

Sumber : Pikiran Rakyat

Subscribe to receive free email updates: